Tampilkan postingan dengan label Buddhisme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buddhisme. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Oktober 2012

Bertobatnya Rahula, anak Sang Budha

Foto: DHARMA ANAK & ABG



RAHULA KECIL (Jangan berbohong)

Rahula, anak tunggal Sang Buddha, juga menjadi bhikkhu. Ia adalah anggota Sangha termuda. Semua bhikkhu menyayangi dan memanjakannya, namun Rahula malah jadi semaunya. Kadang ia berbohong hanya untuk bersenang-senang.



Suatu hari, Buddha berkata kepada Rahula, "Tolong ambilkan Saya sebaskom air. Saya ingin mencuci kaki." Setelah mencuci kaki, Sang Buddha bertanya kepada Rahula, "Rahula, maukah kau meminum air ini?" "Tidak, inikan air kotor!" Jawab Rahula.



Lalu Sang Buddha menyuruh Rahula membuang air itu. Buddha menasihati Rahula, "Kalau air jadi kotor, tidak ada yang mau meminumnya. Begitu pula, orang yang suka berbohong tidak akan disukai." Rahula menangis malu. Setelah kejadian itu, Rahula tidak pernah berbohong lagi.



Kita harus selalu mengatakan kebenaran.

(Come And See I, by Jing Yin - Ken Hudson - Yangfeng Liu, penerbit Karaniya & Ehipassiko)
Rahula, anak tunggal Sang Buddha, juga menjadi bhikkhu. Ia adalah anggota Sangha termuda. Semua bhikkhu menyayangi dan memanjakannya, namun Rahula malah jadi semaunya. Kadang ia berbohong
hanya untuk bersenang-senang.

Suatu hari, Buddha berkata kepada Rahula, "Tolong ambilkan Saya sebaskom air. Saya ingin mencuci kaki." Setelah mencuci kaki, Sang Buddha bertanya kepada Rahula, "Rahula, maukah kau meminum air ini?" "Tidak, inikan air kotor!" Jawab Rahula.

Lalu Sang Buddha menyuruh Rahula membuang air itu. Buddha menasihati Rahula, "Kalau air jadi kotor, tidak ada yang mau meminumnya. Begitu pula, orang yang suka berbohong tidak akan disukai." Rahula menangis malu. Setelah kejadian itu, Rahula tidak pernah berbohong lagi.

Kita harus selalu mengatakan kebenaran.

(Come And See I, by Jing Yin - Ken Hudson - Yangfeng Liu, penerbit Karaniya & Ehipassiko)

Sabtu, 15 September 2012

Yang Tenggelam dan yang Mengapung


Ada seorang Kepala Desa dari suatu desa datang untuk berbicara pada Sang Buddha. Kepala desa tersebut berkata pada Sang Buddha bahwa di sana di sebelah Barat terdapat kumpulan Brahmana yang memiliki tradisi yang aneh.

Sabtu, 18 Agustus 2012

Sabda Buddha tentang Keyakinan dan Fanatisme


1.Sang Buddha dalam riwayat hidupnya tidak pernah mendesak secepatnya seseorang untuk menerima ajaran-Nya. Beliau malah akan menganjurkan untuk tidak tergesa-gesa menerima ajaran-Nya, bila Beliau berpendapat bahwa seseorang yang sedang dihadapi-Nya menerima Dhamma hanya karena gairah berlebihan, bukan didasarkan pada pemikiran yang matang. Sekali waktu, setelah diskusi yang lama, seorang tokoh yang bernama Upali berharap agar dapat diterima menjadi siswa oleh Sang Buddha, tetapi justru Sang Buddha berkata kepadanya:

Kamis, 02 Agustus 2012

Pahlawan yang Sesungguhnya


Kotbah Sang Budha pada murid-muridnya,

"Seberapa pun besarnya rasa sakit yang dapat ditimbulkan musuh pada kita, mereka tak akan pernah bisa melukai sedalam ketamakan, ketidakpuasan, dan kecemburuan dalam diri kita sendiri. Musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri. Hal buruk yang menimpa biasanya disebabkan oleh kesalahan kita sendiri

Mereka yang menang atas orang lain hanyalah sekedar kuat, namun mereka yang menang atas diri sendiri itu sungguh perkasa. Mampu menaklukkan badan dan batin kita sendiri itulah pahlawan yang sesungguhnya."