Tampilkan postingan dengan label China. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label China. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Oktober 2012

Ketika Konghucu Salah Menilai Orang

Konghucu

Zaiyu dan Ziyu adalah dua murid filsuf besar Konghucu yang berbeda nasib. Zaiyu seorang yang berparas tampan dan berotak cemerlang, ia menguasai banyak kitab klasik serta mahir dalam berdebat. Ia menjadi salah satu di antara 10 murid terbaik Konghucu dan sering mendapat pujian dari gurunya. Sedangkan Ziyu adalah seorang yang buruk rupa dan kepintarannya biasa-biasa saja. Ketika ia pertama kali datang menemui Konghucu untuk menjadi muridnya, Konghucu memandangnya dengan sebelah mata karena keburukan fisik dan penampilannya yang lusuh.

Selasa, 18 September 2012

Jenderal Zhang yang Tak Kenal Menyerah

Zhang Zizhong

Zhang Zizhong (11 Agustus 1891-16 Mei 1940) adalah pahlawan Tiongkok dalam perang Tiongkok-Jepang. Zhang dilahirkan di Linqing, provinsi Shandong. Dia adalah perwira berpangkat tertinggi dalam tubuh Tentara Revolusi Nasional yang gugur dalam perang.

Kamis, 06 September 2012

Lin Xiangru yang Berjiwa Besar

Lin Xiangru dan Lian Po

Lin Xiangru adalah seorang negarawan China pada masa Negara-negara Berperang yang mengabdi pada negara bagian Zhao. Karir politiknya maju dengan cepat berkat kepandaian dan kemahirannya dalam diplomasi. Dua kontribusi besarnya bagi negara adalah mengembalikan batu giok pusaka negara dari incaran Raja Qin yang ambisius dan menyelamatkan muka Raja Zhao ketika Raja Qin mencoba mempermalukannya dalam perjamuan di Mianchi. Atas jasanya itu, Raja Zhao menaikkan jabatannya menjadi menteri senior.

Minggu, 26 Agustus 2012

Shi Kefa Berjuang Hingga Titik Darah Terakhir

Shi Kefa

Shi Kefa (1601-1645) adalah seorang jenderal dan patriot pada akhir Dinasti Ming, Tiongkok. Ia mempertahankan kota Yangzhou dari serbuan pasukan Manchu hingga akhirnya kota itu jatuh. Shi tetap setia pada Dinasti Ming sampai saat-saat terakhirnya hingga dihukum mati oleh Pangeran Duoduo yang memimpin serangan itu.

Minggu, 12 Agustus 2012

Merebut Tapi Tak Sanggup Mempertahankan

Li Zicheng dan pasukannya dielu-elukan sebagai pembebas dari rezim Ming yang korup ketika memasuki Beijing

April 1644, pasukan pemberontak petani Dashun pimpinan Li Zicheng berhasil mendobrak pertahanan kota Beijing. Kaisar terakhir Dinasti Ming, Chongzhen, menggantung dirinya di bukit belakang istana setelah memerintahkan bunuh diri massal bagi permaisuri dan para selirnya. Rakyat berbaris di sepanjang jalan menyambut Li dan para pembesar pasukan pemberontak memasuki kota, mereka menaruh harapan besar pada pasukan pemberontak yang telah berhasil menumbangkan Dinasti Ming yang korup. Li segera memasuki Istana Terlarang, menobatkan dirinya sebagai kaisar dan berdirinya dinasti baru, Dinasti Shun. Dua perintah pertama yang diturunkannya adalah pemerintah baru tidak akan menarik pajak selama tiga tahun dan rakyat tidak boleh diganggu, rakyat jelata menyambut kebijakan itu dengan gegap gempita.

Senin, 06 Agustus 2012

Sikap Transparan Jenderal Guo Menyelamatkannya dari Fitnah dan Gosip

Guo Ziyi

Guo Ziyi (697-781) adalah jenderal dari pertengahan Dinasti Tang yang berjasa menyelamatkan negara dari pemberontakan Anshi yang sangat berdarah serta menangkis serbuan suku Tibet dan Uyghur yang mencoba mengail di air keruh pasca pemberontakan. Ia dikenal sebagai jenderal yang gagah berani dan ditakuti lawan di medan perang, namun dalam kesehariannya sangat bertolak belakang. Guo adalah seorang yang merakyat dan bersahaja jauh dari keagungan seorang jenderal besar. Di kediaman keluarganya terdapat sebuah taman yang dibuka bagi masyarakat sekitar maupun pelancong untuk berekreasi menikmati keindahannya. Para pengunjung dapat menyaksikan kehidupan keluarga Guo ketika mereka di sana. Guo Ziyi sendiri adalah seorang yang blak-blakan dan tampil apa adanya tanpa pakaian yang indah, terkadang ia terlihat sedang merawat tanaman dan menyapa terlebih dulu orang-orang yang berkunjung, orang yang tidak mengenalnya tentu akan mengira pria itu adalah pelayan rumah atau tukang kebun. Sementara di waktu lain ia pernah terlihat sedang menimba dan membawa air dari sumur untuk membantu putrinya yang sedang hamil.

Minggu, 29 Juli 2012

Toktoghan, setitik cahaya di akhir Dinasti Yuan

Ilustrasi modern Toktoghan

Toktoghan atau yang dalam lafal Mandarin lebih dikenal sebagai Tuotuo (1314-1356) adalah seorang jenderal dan negarawan pada akhir Dinasti Yuan yang terkenal jasanya karena menumpas pemberontakan yang merajarela menjelang masa senja dinasti itu. Toktoghan adalah keponakan dari perdana menteri Bayan, yang membantu Kubilai Khan mempersatukan daratan China. Sejak usia dini ia telah dididik dengan ajaran Konfusius dan Budhisme sehingga ia mengerti benar tentang orang Han China. Dalam usia relatif muda ia telah memegang jabatan sebagai tim penasehat kekaisaran. Bukan hanya berbakat dalam militer, Toktoghan juga tertarik pada sejarah dan sastra. Ia mengkoordinasi para kaum terpelajar dan pejabat di daerahnya untuk menyunting kitab sejarah. Hasilnya adalah tiga kitab tentang sejarah Dinasti Liao, Jin, dan Song berhasil dirilis dan menjadi referensi berharga hingga kini.

Xie An mendidik anak-anaknya lewat teladan

Patung Xie An, di Zhangzhou, Fujian

Xie An (320-385) adalah seorang negarawan China pada masa Dinasti Jin, ia termasuk salah satu perdana terbaik China sepanjang masa. Ia memiliki teknik diplomasi dan negosiasi yang hebat sehingga mampu meredam pemberontakan militer oleh Jenderal Huan Wen tanpa menumpahkan darah sedikitpun.