Di sebuah gerbong kereta api yang penuh, seorang pemuda berusia kira-kira 24 tahun melepaskan pandangannya melalui jendela. Ia begitu takjub melihat pemandangan sekitarnya. Dengan girang, ia berteriak dan berkata kepada ayahnya:
”Ayah, coba lihat, pohon-pohon itu … mereka berjalan menyusul kita”.
Sang ayah hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala dengan wajah yang tidak kurang cerianya. Ia begitu bahagia mendengar celoteh putranya itu.
Di samping pemuda itu ada sepasang suami-istri yang mengamati tingkah pemuda yang kekanak-kanakan itu. Mereka berdua merasa sangat risih. Kereta terus berlalu, tidak lama pemuda itu kembali berteriak:
“Ayah, lihat itu, itu awan kan …? lihat … mereka ikut berjalan bersama kita juga …”.
Ayahnya tersenyum lagi menunjukkan kebahagiaan.
Minggu, 14 Oktober 2012
Kamis, 11 Oktober 2012
Bertobatnya Rahula, anak Sang Budha
Rahula,
anak tunggal Sang Buddha, juga menjadi bhikkhu. Ia adalah anggota
Sangha termuda. Semua bhikkhu menyayangi dan memanjakannya, namun Rahula
malah jadi semaunya. Kadang ia berbohong
(Come And See I, by Jing Yin - Ken Hudson - Yangfeng Liu, penerbit Karaniya & Ehipassiko)
hanya untuk bersenang-senang.
Suatu hari, Buddha berkata kepada Rahula, "Tolong ambilkan Saya sebaskom air. Saya ingin mencuci kaki." Setelah mencuci kaki, Sang Buddha bertanya kepada Rahula, "Rahula, maukah kau meminum air ini?" "Tidak, inikan air kotor!" Jawab Rahula.
Lalu Sang Buddha menyuruh Rahula membuang air itu. Buddha menasihati Rahula, "Kalau air jadi kotor, tidak ada yang mau meminumnya. Begitu pula, orang yang suka berbohong tidak akan disukai." Rahula menangis malu. Setelah kejadian itu, Rahula tidak pernah berbohong lagi.
Kita harus selalu mengatakan kebenaran.
Suatu hari, Buddha berkata kepada Rahula, "Tolong ambilkan Saya sebaskom air. Saya ingin mencuci kaki." Setelah mencuci kaki, Sang Buddha bertanya kepada Rahula, "Rahula, maukah kau meminum air ini?" "Tidak, inikan air kotor!" Jawab Rahula.
Lalu Sang Buddha menyuruh Rahula membuang air itu. Buddha menasihati Rahula, "Kalau air jadi kotor, tidak ada yang mau meminumnya. Begitu pula, orang yang suka berbohong tidak akan disukai." Rahula menangis malu. Setelah kejadian itu, Rahula tidak pernah berbohong lagi.
Kita harus selalu mengatakan kebenaran.
(Come And See I, by Jing Yin - Ken Hudson - Yangfeng Liu, penerbit Karaniya & Ehipassiko)
Selasa, 18 September 2012
Jenderal Zhang yang Tak Kenal Menyerah
![]() |
| Zhang Zizhong |
Zhang Zizhong (11 Agustus 1891-16 Mei 1940) adalah pahlawan Tiongkok dalam perang Tiongkok-Jepang. Zhang dilahirkan di Linqing, provinsi Shandong. Dia adalah perwira berpangkat tertinggi dalam tubuh Tentara Revolusi Nasional yang gugur dalam perang.
Sabtu, 15 September 2012
Yang Tenggelam dan yang Mengapung
Ada seorang Kepala Desa dari suatu desa datang untuk berbicara pada Sang Buddha. Kepala desa tersebut berkata pada Sang Buddha bahwa di sana di sebelah Barat terdapat kumpulan Brahmana yang memiliki tradisi yang aneh.
Kamis, 06 September 2012
Lin Xiangru yang Berjiwa Besar
![]() |
| Lin Xiangru dan Lian Po |
Lin Xiangru adalah seorang negarawan China pada masa Negara-negara Berperang yang mengabdi pada negara bagian Zhao. Karir politiknya maju dengan cepat berkat kepandaian dan kemahirannya dalam diplomasi. Dua kontribusi besarnya bagi negara adalah mengembalikan batu giok pusaka negara dari incaran Raja Qin yang ambisius dan menyelamatkan muka Raja Zhao ketika Raja Qin mencoba mempermalukannya dalam perjamuan di Mianchi. Atas jasanya itu, Raja Zhao menaikkan jabatannya menjadi menteri senior.
Rabu, 05 September 2012
Pramugari Cantik yang Menjadi Pahlawan India
![]() | |||
| Neerja Bhanot (1963-1986) |
6 September 1986, lima teroris Islam garis keras menyandera pesawat Pan Am Flight-73 yg sedang transit di Karachi dalam rute perjalanan Mumbai-New York. Penyanderaan itu merupakan peristiwa yang paling tragis dalam sejarah penerbangan komersial karena menelan 20 korban ; angka kematian yg paling tinggi sejak penyanderaan pesawat 9/11. Sisa ke 375 penumpang dan anggota crew tidak mungkin selamat kalau bukan karena keberanian seorang pramugari muda, Neerja Bhanot.
Jumat, 31 Agustus 2012
Tukang Kayu dan Rumah
Seorang tukang bangunan yang sudah tua berniat untuk pensiun dari profesi yang sudah ia tekuni selama puluhan tahun. Ia ingin menikmati masa tua bersama istri dan anak cucunya. Ia tahu ia akan kehilangan penghasilan rutinnya namun bagaimanapun tubuh tuanya butuh istirahat. Ia pun menyampaikan rencana tersebut kepada mandornya.
Langganan:
Postingan (Atom)




